Perihal kain katun

Perihal kain katun

Pertanyaan: Apakah keunggulan dan kekurangan kain katun
  1. Keunggulan
  2. Kekurangan


Bedanya kain linen dengan katun

Kain linen dan katun diproduksi dari dua jenis tanaman yang berbeda. Bilamana kain katun terbuat dari kapas, maka kain linen terbuat dari tanaman flax. Bilamana kain katun tidak selalu berkualitas tinggi, maka bisa dikatakan kain linen selalu berkualitas tinggi.

Hal ini dikarenakan tanaman flax selalu mempunyai benang yang sangat panjang, yang biasanya disebut ELS (Extra Long Staple). Sedangkan, kapas tidak selalu bisa dibuat menjadi benang yang panjang, dengan pengecualian kapas yang diproduksi di daerah Mesir dan Pima Amerika Serikat.

Kebun kapas
Kebun kapas

Tanaman flax untuk membuat kain linen
Tanaman flax untuk membuat kain linen
Dulu, biasanya sprei dan taplak meja disebut dengan nama linen karena memang terbuat dari kain linen. Tetapi sekarang, kebanyakan terbuat dari bahan katun, polyster ataupun rayon.

Sekarang ini, yang biasanya memakai kain linen untuk sprei dan taplak meja adalah hotel. Dan soal harga, sudah pasti jauh lebih mahal daripada kain katun lokal yang beredar di pasaran.

Tentang katun Mesir

Katun Mesir pada dasarnya adalah salah satu jenis kain katun yang dibuat dari kapas yang tumbuh di Mesir yang mempunyai benang sangat panjang. Karena saking panjangnya, kain yang terbuat dari bahan katun Mesir bisa dipakai dalam jangka waktu sangat lama dan tentu saja teramat sangat lembut.

Hanya saja, harganya jauh lebih mahal daripada kain katun yang lain, dengan pengecualian kain katun Pima yang memiliki karakteristik yang sama dengan katun Mesir.

Tetapi, tidak semua kain katun Mesir itu bagus. Sebabnya sederhana, yaitu karena tidak semua kapas yang diproduksi di Mesir mempunyai kualitas yang sama. Nah sekarang, kalau memang betul-betul ingin memiliki produk yang terbuat dari katun Mesir, maka pilihlah yang memiliki thread count paling tidak 800. Dijamin rasanya seperti diatas awan.

Kalau kain katun Pima sendiri berasal dari Amerika Serikat. Jikalau kita tidak akan pernah tahu kualitas katun Mesir kalau tidak melihat thread count-nya, maka untuk kain katun Pima kita sudah pasti mendapatkan yang berkualitas tinggi, karena memang betul-betul pilihan.

Selain itu, kita juga bisa memilih sembarang kain katun, asalkan tipe ELS, yaitu Extra Long Staple, dengan kata lain benangnya sangat panjang. Kain katun Mesir kualitas nomor satu dan katun Pima termasuk dalam kategori ini.

Ada satu hal yang lucu, walaupun katun tipe ELS (seperti katun Mesir atau Pima) sangatlah lembut, tetapi biasanya kelembutannya baru bisa dirasakan setelah beberapa kali dicuci. Ketika baru pertama kali dibuka, biasanya rasanya agak sedikit kasar, tidak begitu berbeda dengan katun lokal, seperti katun Panca atau Star.

Oh ya, katun Pima mempunyai nama demikian karena diproduksi di daerah Pima Arizona (Amerika Serikat).

Apakah kain bambu lebih baik mutunya daripada katun Mesir?

Apakah pelanggan anda pernah bertanya, manakah yang lebih baik antara kain yang terbuat dari bambu dengan katun Mesir? Sebetulnya antara kain bambu dan katun Mesir, soal mana yang lebih baik, itu adalah masalah pilihan dan opini pribadi (dengan catatan panjang thread yarn-nya kurang lebihnya sama). Tetapi, keduanya memiliki perbedaan yang mencolok bilamana merujuk ke permasalahan bakteri atau jamur.

Pohon bambu memiliki satu zat yang sangat bermanfaat untuk melawan bakteri dan jamur. Zat ini disebut sebagai "Kun Bambu". Coba kita lihat di perkampungan, apakah ada pohon bambu yang tumbur subur karena diberi pestisida? Pastilah tidak ada karena zat yang dimiliki pohon bambu itu sendiri sudah merupakan pestisida yang mumpuni.

Bahkan setelah pohon bambu diolah menjadi kain, zat tersebut masih tetap ada. Bagusnya lagi, zat tersebut sama sekali tidak berbahaya bagi manusia, jadi betul-betul aman 100%. Inilah yang menjadikan kain yang terbuat dari bambu mempunyai karakter istimewa anti bakteri- dan anti jamur yang mana membuat kain terasa lebih segar dan cenderung bebas dari bau keringat.

Selain itu, kain yang terbuat dari bahan bambu juga lebih mudah menyerah keringat. Kalau kain katun mempunyai daya serap sekitar 6%, kain bambu mempunyai daya serap yang lebih tinggi, yaitu 20%.

Hanya saja, kalau soal kelembutan, semuanya kembali lagi ke masalah thread count ataupun kualitas produksi.

Label: