Apakah tidak sayang membeli sprei mahal

Tidak kita pungkiri bahwa produk sprei dan bedcover yang kita pasarkan termasuk produk yang harganya sangat mahal. Hal ini disebabkan karena memang produk kita terbuat dari bahan yang bagus kualitasnya, seperti merk Star, Bintang Kecil, Vienna, Fortuna, TM, Singapore, SG, Nikita dan Charlotta.

Nah, karena itu sangat wajar bilamana ketika anda sedang memasarkan sprei dan bedcover, pelanggan anda bertanya kenapa harga spreinya mahal sekali.

Sebetulnya bila pelanggan anda tidak berkeberatan dengan hawa panas, sprei yang terbuat dari bahan polyster 100% sudah lebih dari cukup dan harganya pun teramat sangat murah (bahkan saya menjumpai sprei ukuran king yang dijual dengan harga Rp. 40.000). Untuk kualitas standar, sprei yang terbuat dari bahan katun, seperti Star anda Vienna sudah mencukupi, karena relatif dingin, tidak mudah kusut dan bisa dipakai bertahun-tahun.

Tentu saja kualitas terbaik bisa didapatkan dari sprei dari bahan katun Jepang, tencel dan sutra. Walaupun harganya teramat sangat mahal (katun Jepang sekitar 2x harga sprei katun lokal), tetapi kenyamanan tidur sudah pasti terjamin saking lembutnya.

Jadi, apakah tidak sayang kalau membeli sprei mahal? Maka jawabannya adalah tidak. Bagaimanapun juga, dari 24 jam waktu yang kita miliki setiap hari, sekitar 8 sampai 10 jam kita habiskan di atas ranjang. Selain itu, sprei polyster tipis, walaupun harganya hanya sekitar 40 ribuan, selain panas dan kasar, hanya bisa dipakai dalam jangka waktu beberapa bulan saja.

Sedangkan, kain katun atau yang lebih baik, bisa dipakai sampai bertahun-tahun dan tetap bagus.

Label: