Mengenai kain Jacquard

Barangkali kita sering mendengar kain Jacquard (terkadang orang menyebutnya dengan nama Jaguar) ataupun kain King Koil. Tetapi apakah gerangan artinya dua istilah tersebut?

Di desa tempat saya lahir (Solo), bilamana ibu-ibu membeli pasta gigi, maka mereka akan meminta Pepsodent, walaupun yang diberikan ke dia Ciptadent, Enzim ataupun merk pasta gigi yang lain.

Begitu juga kalau ibu-ibu tersebut membeli air minum dalam kemasan. Mereka pasti akan mengatakan Aqua, walaupun yang diberikan merk Club ataupun Vit.

Hal inilah sebetulnya bukan hanya terjadi di pedesaan, melainkan juga di Jakarta dan Tangerang, terutama sekali di pasar Cipadu. Orang-orang seringkali mengatakan kain King Koil, walaupun kain King Koil sebetulnya sama sekali tidak ada.

King Koil itu adalah sebuah brand sedangkan Jacquard itu merupakan sebuah mesin tenun. Setiap kain yang ditenun dengan mesin tenun Jacquard maka secara de dacto (dan kami tambahkan juga secara de jure) merupakan kain Jacquard.

Sebab musabab kesalahan dalam mendefinisikan kedua istilah ini barangkali karena kain Jacquard dipopulerkan di Indonesia oleh brand King Koil. Karena itulah pada akhirnya kain Jacquard di Indonesia lebih dikenal dengan nama kain King Koil.

Oleh karena itu, secara teknis di dunia ini tidak ada kain yang bernama King Koil.

Tetapi apakah keistimewaan kain Jacquard itu sendiri? Setiap motif yang ingin digambarkan kepermukaan kain tidaklah melalui proses pewarnaan tetapi dengan menggunakan benang yang sama untuk membuat kain tersebut dalam proses penenunan.

Oleh karena itu, entah gambar burung atau menara Eiffel, bilamana ditenun dengan menggunakan mesin Jacquard akan dijalin dengan benang yang digunakan untuk membuat kain itu sendiri. Hebatnya lagi, mesin Jacquard ini bisa diprogram selayaknya komputer pada jaman sekarang ini (bahkan dunia pemrograman pertama kali memang diaplikasikan didalam mesin Jacquard ini).

Contoh kain Jacquard
Contoh kain Jacquard